Mengapa #savekainnusantara ? (Why #savekainnusantara ?)

Bagi yang mengikuti terus akun IG dan twitter kami (kalau belum, follow @agemandotco), mungkin akan melihat banyak tagar #savekainnusantara. Lalu mungkin pembaca akan bertanya mengapa kami, Ageman menaruh begitu banyak tagar tersebut di media sosial kami. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk tahu mengenai hal ini.

Di era modern seperti ini (bahkan orang-orang mengatakan ini era post-modern), kita tahu bahwa teknologi memainkan peran penting di dalam kehidupan kita. Setiap kali kita menggunakannya untuk mempermudah kehidupan kita. Manusia tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Orang-orang akan menggantungkan diri pada teknologi dari pagi hingga malam hari. Ya, bagus sekali untuk menyadari bahwa teknologi dapat membantu manusia. Tapi terkadang hal ini menjadi isu utama dalam kehidupan manusia. Seperti menyangkut keberadaan dari kain-kain tradisional.

Kita tahu bahwa batik dan tenun telah menjadi kain khas di Indonesia. Batik menjadi batik karena teknik khusus, seperti menggunakan malam untuk menbuat titik-titik (dari kata “amba” dan “titik”), menghubungkan titik-titik menjadi pola-pola tertentu yang menarik. Sementara itu tenun menjadi tenun karena penenun menenun benang-benang tradisional menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang terbuat dari kayu. Namun karena teknologi, kita kehilangan batik dan tenun asli akhir-akhir ini. Ini semua karena orang-orang menggunakan mesin-mesin untuk mendapatkan keuntungan ekonomis yang lebih banyak.

Itulah mengapa Ageman menggunakan #savekainnusantara sebagai salah satu dari banyak cara untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Sangat pentign bagi kita yang berpendidikan untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Karena kita tahu betul bahwa batik asli bukanlah yang lahir dari mesin, seperti yang Anne Avantie kemukakan bahwa batik print bukanlah batik, melainkan kain biasa yang bermotif batik. Penting juga bagi kita untuk mendukung gerakan #savekainnusantara karena kita tahu bahwa tenun asli hanya lahir dari tangan para penenun dan ATBM.

Jadi, apa lagi yang kamu ditunggu, orang-orang cerdas! Marilah kita #savekainnusantara (menjagakainnusantara)!

 

For those who follow our IG and twitter account (please do follow @agemandotco if you have not), probably you will see a lot of hashtags #savekainnusantara. Then perhaps you will ask why we put those hashtags in our social media. Now is the right time for you to know the reason behind it all.

In this modern era (even people says it is post-modern era), we know that technology plays important roles in our life. Every time we use it to make our life easier. Humans cannot be separated from technology. People will rely on it from morning to night. Yes, it is good to know that technology can help people. But sometimes it will become an issue in human life. For instance in the existence of traditional fabrics.

We know that batik and tenun (woven) has been signature materials in Indonesia. Batik becomes batik because there is special technique like using candles to make dots (from the word “amba” and “titik”), connecting the dots into certain interesting patterns. Whereas tenun becomes tenun because the artisans weave the traditional threads using simple wooden tools. But because of technology, we lose the real batik and tenun nowadays. It is all because people nowadays choose to use machine to gain more profits.

That is why Ageman uses #savekainnusantara as one of many ways to preserve Indonesian culture. It is important for us who well-educated to be part of this movement. Because we know exactly that the real batik is not the one that made by machine, as Anne Avantie said that printed batik is not batik. She added next that it is just batik pattern on normal fabrics. It is important for us as well to support this #savekainnusantara movement for we know that the real tenun is just the ones that woven by artisans who use the manual loom, not the machine.

So, what are you waiting for smart people? Let’s just #savekainnusantara!

save kain 6

save kain 5

save kain 7

save kain 3 save kain 4

Save kain 1 Save kain 2

 

 



Comments are closed.